WELCOME TO ARTICLES MINGMING OF THE WORLD ENJOY YOUR DAY HERE

Translator

Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese
English French German Spain Italian Dutch

Minggu, 12 Desember 2010

Lovely Day (Episode 4)

Kini Shinhye menjalani kehidupan baru di negeri asalnya Korea. Tentunya dia harus membuka lembaran baru dalam menjalani hidupnya. Shinhye masih teringat akan masa-masa indahnya di Indonesia. Shinhye berharap suatu hari nanti bisa bertemu dengan teman-temannya kembali.

Di Korea, Shinhye disekolahkan oleh ayahnya berdekatan dengan rumahnya yang terletak di pedesaan terpencil. Ayah Shinhye tidak lagi memiliki harta yang berkecukupan. Untuk biaya kebutuhan pokok saja sangat berat ia penuhi. Dia bekerja sebagai petani di perkebunan yang dimiliki saudaranya.

Sebulan setelah Shinhye menjalani hidup barunya, kini dia sudah terbiasa akan kehidupannya. Sampai suatu hari, paman Shinhye datang.

(menggunakan bahasa Korea yang sudah di translate ke bahasa Indonesia)

Paman : Shin, paman ada berita baik!

Shinhye : Apa itu?

Paman : Tadi paman liat ada brosur yang berisi apartemen dengan biaya yang murah diIncheon! kamu mau kan tinggal disana sendiri?

Shinhye : Apa tidak membebani paman nantinya?

Paman : Tentu tidak Shin, kamu harus sekolah yang lebih baik dari sekarang.

Shinhye : Wah, terima kasih banyak paman, tapi biaya sekolah di Incheon mahal?

Paman :Tenang saja, paman pasti sanggup membayarnya. Asalkan kamu rajin bersekolah dan bersemangat untuk belajar.

Shinhye : Tentu paman, ini semua demi keluarga kita semua

Paman : (tersenyum)


Berita bahagia itu membuat Shinhye senang dan tersenyum kembali setelah keterpurukan yang ia alami. Shinhye akan disekolahkan di salah satu sekolah di Incheon Korea selatan. Sehari sebelum Shinhye menuju Incheon, Shinhye menerima surat dari Cinta. Surat itu bertuliskan :

Shin, apa kabar? disini kami semua baik-baik saja. Tetap tersenyum Shin, kami akan selalu ada di dekatmu,...........................
Shinhye sangat bahagia menerima surat itu. Shinhye pun semangat akan masa depan yang akan ia raih suatu hari nanti. Perjalanan menuju kota Incheon sangat indah. Setibanya di apartemen, Shinhye tanpa sengaja bertabrakan dengan pria didepan pintu.

(menggunakan bahasa Korea yang sudah di translate ke bahasa Indonesia)

Shinhye : Aww

Pria itu : Maaf-maaf.

Shinhye : Hei, siapa namamu? kamu tinggal di apartemen ini?

Pria itu : Aku Kim Jun, senang bertemu denganmu, ia aku tinggal disini. Siapa namamu?

Shinhye : Shinhye, Hmm bisa tunjukan kamar nomor lima?, aku tak bisa menemukannya

Kim Jun : Oh, silahkan mari kesini!

Shinhye pun bertemu dengan pemuda yang tampan dan seumuran dengan dia. Kim Jun sudah lama tinggal di apartemen ini, dan ia juga bekerja disana untuk memenuhi kebutuhannya karena ia tinggal sendiri. Setibanya Shinhye dikamarnya, mereka berdua pun saling berbagi pengalaman dan cerita mengenai hidup mereka. Ternyata, Kim Jun bersekolah di sekolah yang sama dengan Shinhye. Selain tampan, Kim Jun adalah pria yang baik dan periang. Kisah hidup Kim Jun sangat rumit karena dia ditinggalkan orang tuanya saat ia masih berumur 5 tahun, karena ayahnya meninggal dan Ibunya menikah dengan orang lain.

Dalam waktu beberapa jam, Shinhye pun berteman baik dengan Kim Jun. Mereka sangat akrab dan saling membantu dalam segala hal. Keesokan harinya, Shinhye terburu-buru menyiapkan pelajaran untuk hari ini. Dia sangat panik dan berkeringat. Dia juga tidak tau cara memasak untuk sarapan hari ini. Tiba-tiba Kim Jun datang.

(menggunakan bahasa Korea yang sudah di translate ke bahasa Indonesia)

Kim Jun : Ya ampun, Shin kamarmu! (tertawa)

Shinhye : Halah, Kim jangan tertawa aja! Sini bantu aku

Kim Jun : Iya Bos! kamu udah makan?

Shinhye : Memasak aja aku tak bisa, bagaimana bisa makan?

Kim Jun : Hahaha, sudah kuduga, nih aku sudah membuatkanmu mie instan.

Shinhye : Wah terima kasih banyak Kim, aku harus belajar banyak darimu!

Kim Jun : Belum seberapa kok!

Saat tiba disekolahnya, Shinhye gugup, karena baru pertama kali datang ke kota ini. Saking gugupnya, dia tidak melihat bahwa lantai sekolah licin. Dia pun terpeleset dan ditertawakan oleh orang-orang. Ternyata lantai itu licin karena disengajakan oleh murid-murid disana. Shinhye pun membela dan menghampiri orang itu. Namun, Kim Jun berusaha untuk mencegahnya tapi tak berhasil. Shinhye pun memarah-marahi orang itu. Disebutkan bahwa orang itu adalah seorang pemuda kaya yang sombong, dan bertindak sebagai penguasa di sekolah itu. Dia adalah Lee Ji Yoon. Dibalik sifat Lee yang sombong dan seperti penguasa itu, dia sebenarnya orang yang baik.

Saat Shinhye memarahi Lee, Lee tidak bereaksi apapun karena dia jatuh hati pada Shinhye. Kim Jun berusaha menarik tangan Shinhye untuk pergi dari tempat tersebut. Saat itu pula Lee merasakan rasa sukanya terhadap Shinhye.


Tunggu Kelanjutan Kisahnya
BERSAMBUNG


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

THANK YOU FOR VISIT SEE YOU NEXT TIME