Episode sebelumnya: Radit pergi ke Bali meninggalkan Riza.
Riza menjalani hari-hari yang begitu berat. Depresinya semakin meningkat. Riza berulang kali mengalami mimisan(keluar darah dari hidung). Setiap hari dia selalu membantu Ibu nya untuk membuat kerajinan, namun itu sia-sia karena kakaknya berulang kali mengambil uang hasil jualan kerajinan itu untuk berjudi.
10 Tahun berlalu, Riza tumbuh dewasa dengan penampilan yang lebih istimewa. Riza memiliki karisma yang luar biasa hebatnya. Riza tidak lagi bekerja sebagai pengerajin, melainkan skarang dia bekerja sebagai seorang Reporter berita. Tiap hari dia menggunakan sepeda gayung untuk mencari berita-berita yang tentunya positif bagi masyarakat. Saat Riza berada di kantor, Riza diminta untuk mencari berita di pantai Yogya tentang keberadaan ekosistem laut. Pantai Yogya sangat jauh dari kediaman Riza karena Riza telah pindah menuju Prambanan, sebelumnya Riza bertempat tinggal di Malioboro. Pantai Yogya mengingatkan akan kakaknya "Radit" yang pergi ke Bali 10 tahun yang lalu. Saat Riza meliput berita, Riza melihat seorang pria yang mirip dengan kakaknya. Namun setelah dihampirinya, ternyata pria itu adalah teman kak Radit waktu SMP. Pria itu bernama Artha. Arta sangat tampan dan memiliki wajah mirip seperti Radit. Artha adalah teman terbaik Radit. Namun sampai saat ini Artha tidak tau kabar Radit, selama Radit berada di Bali.
Riza dan Arta pun akrab dan menjadi teman dekat. Riza sangat kesepian semenjak Radit berada di Bali. Karena kawasan Prambanan cukup jauh dari Malioboro, maka Riza memutuskan untuk menginap di hotel terdekat. Saat berada di hotel Riza melihat catatan terakhir yang menginap di kamar hotel tersebut. Ternyata orang itu bernama Putri (Adik Radit). Riza terkejut dan memiliki dugaan bahwa kak Radit ada di Yogya.
Keesokan harinya, Riza menuju kediaman Radit yang dulu, ternyata hanya Putri saja yang berada disana. Sifat Putri sudah mulai berubah menjadi lebih baik bahkan menjadi sopan santun dan beretika tinggi. Sekarang Putri menjadi seorang pramugari yang sukses berkat usahanya. Riza kecewa ternyata Radit belum pulang dari Bali. Tapi Riza sangat senang karena dia tidak kesepian lagi berkat kedatangan Putri.
Riza kembali menjalani aktifitasnya seperti biasa, namun hari-harinya selalu ditemani oleh Artha. Hubungan mereka semakin dekat, sampai-sampai Artha menyimpan perasaan kepada Riza. Saat Artha dan Riza berduaan di salah satu rumah makan, Putri melihat mereka bermesraan. Putri Shock, karena Artha dan Putri sedang menjalin hubungan dan akan menikah. Putri pun menampar Artha. Namun sesungguhnya Riza tidak mempunyai perasaan kepada Artha. Putri dapat menerimanya dengan lapang dada setelah Riza dan Putri berbicara 4 mata di rumah makan tersebut. Riza mengatakan: "Tik, aku curiga Artha mempunyai perasaan terhadapku" Putri berkata:"Aku harap tidak begitu, aku yakin hanya kakakku yang pantas untukmu". Riza dan Putri menjadi akur dan menjadi sahabat baik karena Putri mengijinkan hubungannya dengan kakaknya. Disini Putri merupakan orang yang paling berharga bagi Riza, karena Putri lah yang memberikan suatu semangat yang lebih kepada Riza untuk bertemu dengan kak Radit.
Beberapa bulan kemudian Putri dan Artha pergi menuju Korea karena ada pekerjaan yang menanti mereka. Sungguh malang nasib Riza, karena dia kembali hidup sendiri tanpa sahabat yang menemani keluh kesahnya. Riza jadi ingat dengan lagu yang diciptakan kak Radit buat Riza. Riza pun pergi ke pantai Yogya. Disana Riza memperhatikan ombak-ombak yang berkejaran. Riza kembali mengalami mimisan dan tubuh Riza terasa sakit dan kaku. Riza memutuskan untuk pergi ke RS. Saat diperiksa ternyata Riza memiliki penyakit leukimia (kanker darah). Riza pun merasa takdir hidupnya telah diujung tanduk.
BERSAMBUNG













Tidak ada komentar:
Posting Komentar