WELCOME TO ARTICLES MINGMING OF THE WORLD ENJOY YOUR DAY HERE

Translator

Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese
English French German Spain Italian Dutch

Jumat, 22 Oktober 2010

Endless love the series ( final episode )

Episode sebelumnya: Riza memiliki penyakit Leukimia(kanker darah)

Berminggu-minggu setelah diketahui bahwa Riza terkena penyakit Kanker, keadaan fisik Riza mengalami banyak gangguan. Riza berusaha untuk menjaga rahasia ini termasuk dengan pihak keluarganya. Putri kembali dari Korea, sedangkan Arta menetap disana. Riza merasa senang, dia berharap Putri bisa menemaninya di sisa-sisa akhir hidupnya karena keluarga Riza tak begitu peduli akan kehidupannya.

Pagi hari saat Riza akan berangkat kerja, dia menjatuhkan obat memperlambat penjalaran kanker di depan teras rumahnya. Ibu Riza (Ratna) melihat obat itu. Dia mencoba mengetahui obat apa yang iya dapatkan itu. Ternyata itu obat yang berhubungan dengan kanker. Tentu saja respon dari Ratna sangat terkejut. Dia merasa bersalah akan apa yang iya perbuat. Kakak Riza yang pemabuk disebutkan telah meninggal karena keracunan dosis narkoba. Ratna pun mempersiapkan makan malam untuk Riza yang istimewa sebagai tanda maaf nya. Saat Riza pulang kerumah, Riza diperlakukan tak seperti biasanya. Baru kali ini Riza merasakan suatu kasih sayang yang dipancarkan oleh Ibunya. Disini disebutkan bahwa Ratna melatih Riza secara keras dan kasar karena Ratna telah dicampakkan oleh Ibunya berpuluh-puluh tahun yang lalu dan melampiaskannya kepada anaknya. Ratna sangat menyesal telah berbuat jahat selama ini. Ratna pun memohon maaf kepada Riza atas semua yang terjadi selama ini. Tentunya Ratna pun mencoba untuk menanyakan tentang penyakit yang diderita Riza selama ini.  Riza pun menerima maaf Ibunya dan menceritakan semua yang terjadi dengan perasaan sedih sambil memeluk Ibunya erat-erat. Disini disebutkan Ayah Riza tinggal di Jakarta selama 20 tahun bekerja sebagai pendeta.

Disisi lain keluarga Radit dan Putri telah pulang menuju Yogya(Yena dan Raka). Namun Radit sampai saat ini, masih berada di Bali yang bekerja sebagai pengusaha yang sukses. Ratna pun mengusulkan untuk meminta bantuan Yena dan Raka untuk membantu penyembuhan Riza. Karena penyakit ini hanya dapat disembuhkan dengan operasi dengan biaya yang cukup mahal. Riza sempat ragu untuk meminta pertolongan mereka. Namun Ratna nekat pergi ke kediaman mereka. Setibanya disana, Ratna menceritakan semua yang terjadi pada Riza. Tapi Raka ragu, karena Riza bukanlah anak kandungnya. Ratna pun memohon dan meyakinkan mereka, karena Riza sempat dirawat oleh mereka selama 13 tahun. Yena Shock akan kejadian ini. Yena pun pingsan tak sadarkan diri. Raka menyetujui permintaannya Ratna untuk membantu Riza. Yena akhirnya sadar setelah berada di rumah sakit selama 1 jam. Saat Ratna akan menjemput Riza untuk dilakukannya Operasi, Riza menghilang. Ratna kebingungan mencari mereka, bahkan Putri ikut membantu. Ternyata Riza tergeletak pingsan di emperan Toko Malioboro. Putri dan Ratna bergegas membawa Riza menuju RS.

Disisi lain, Radit sudah tiba di Yogya karena pekerjaannya di Bali sudah selesai. Saat di kediamannya, Radit mendapatkan pesan dari Orang tuannya, untuk segera datang ke RS. Saat tiba di RS, Orang tua mereka menceritakan apa yang telah terjadi selama ini. Radit pun kecewa telah meninggalkan Riza selama 10 tahun ini. Sementara itu Dokter mengatakan " Sudah lambat untuk dilakukan operasi, itupun jika dilakukan akan membahayakan pasien". Kini kondisi Riza sangatlah Kristis, Pihak keluarga terutama Radit sangat sedih.

Saat di ruangan pasien, Riza belum sadarkan diri, Radit mencoba untuk menemui Riza yang sudah 10 tahun tak bertemu dengannya. Radit percaya bahwa mereka akan selalu bersama dan takkan terpisahkan oleh ruang dan waktu. Radit kembali menyanyikan lagu yang dihadiahkan kepada Riza saat ulang tahunnya yang ke 13. Saat syair terakhir didengungkan, Riza pun sadarkan diri. Riza langsung berkata "kakak". Mereka berdua saling bertatapan dan satu sama lain masih memiliki perasaan cinta. Radit pun mengajak Riza pergi kepantai untuk mengingat masa lalu mereka. Radit dan Riza duduk dihamparan pasir yang putih, sambil mendengar deru ombak. Radit pun memangkul Riza sambil bercerita akan masa lalu mereka. Radit berkata:"Riza, masih ingatkah kamu apa yang kamu ingin lakukan jika kamu dewasa nanti?. Riza berkata:"aku akan selalu ingat kak, aku akan menjadi seperti langit dan tentunya aku sudah mewujudkannya. Radit berkata:"Riza, aku akan selalu bersamamu, kau tau, "saat di Bali aku selalu memikirkanmu", Riza, aku akan selalu sayang padamu" karena kita takkan terpisahkan walau hidup maupun mati aku akan selalu menyayangimu di hatiku".

Sebelum Radit mengucapkan kata terakhirnya, Riza pun meninggal di pangkuan Radit. Radit menangis dan tak sanggup mengatakan kata terakhirnya. Saat Riza diupacarakan, Putri dan Radit pergi ke kebun teh di dekat sekolah SMP nya, 10 tahun lalu. Radit ingat bahwa Riza pernah jatuh dari puncak dan bergelinding sampai lereng bukit. Kejadian itu pun terjadi pada Radit. Radit tergelincir sampai lereng, namun kejadian ini lebih parah sampai membuat Radit meninggal ditempat. Putri menyaksikan kematian Radit, dengan perasaan terpukul dan sedih. Namun Putri berusaha mengambil hikmah dari semua kejadian ini bahwa cinta itu tak harus memiliki, namun cinta itu dari hati yang menggambarkan seperti langit, yang takkan pernah berubah wujud, takkan pernah berpindah tempat, maupun takkan musnah oleh ruang dan waktu.


Cerita ini hanya fiktif belaka

TAMAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

THANK YOU FOR VISIT SEE YOU NEXT TIME