WELCOME TO ARTICLES MINGMING OF THE WORLD ENJOY YOUR DAY HERE

Translator

Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese
English French German Spain Italian Dutch

Jumat, 22 Oktober 2010

Endless love the series ( episode 3 )

Episode Sebelumnya: Radit dan Riza menjalani kehidupan yang baru

Hari-hari yang dilalui Radit dan Riza sangatlah berat. Riza begitu tertekan akan kondisi yang dialami sekarang. Depresi yang berat bagi Riza. Setiap hari Riza selalu memikirkan, akankah takdir berkehendak lain. Sedangkan Radit selalu bertengkar dengan adiknya (Putri). Mereka tak pernah akur. Saat-saat yang paling menyenangkan bagi Riza dan Radit hanya pada saat mereka bertemu saja. 



Pagi hari, Riza berangkat kesekolahnya, pada saat itu terjadi hujan yang begitu deras disertai petir dan angin kencang. Riza tidak bisa melanjutkan perjalanan, dan memutuskan untuk berhenti disalah satu emperan toko di Malioboro. Tiba-tiba Putri datang. Riza dan Putri sangatlah tidak akur di sekolah. Pada saat Putri menghampiri Riza, Putri memberikan sebuah liontin kepada Riza, kata Putri bahwa itu liontin pemberian dari kakak Radit untuk Riza.

Saat hujan reda, Riza dan Putri pun berangkat bersama-sama(padahal mereka tidak pernah akur sebelumnya). Sesampai di sekolah, Riza sesegera mungkin mengeringkan bahan kerajinannya yang basah terkena hujan. Teman-teman Riza ( Yuni, Jesica, Dayu, dan Dian ) ikut membantu karena mereka berempat adalah sahabat baiknya Riza. Pada saat istirahat, Putri berteriak karena ada salah satu barangnya yang hilang. semua murid-murid pun bergegas masuk. Bu guru bertanya kepada Putri:
"Barang apa yang hilang"?. Putri menjawab " Liontin Bu". Riza pun terkejut dan curiga bahwa Putri ingin memfitnah Riza. Saat penggeledahan ternyata memang Riza dituduh mencuri oleh Putri. Namun Riza membela bahwa ini hadiah dari kakakku Radit. Bu Guru pun memanggil Radit untuk membenarkan fakta yang ada. Ternyata memang benar bahwa Radit memberikan Liontin itu untuk Riza tapi setelah bel pulang. 

Mendengar hal itu Putri dan Riza pun dihukum untuk menulis 500 kata di papan tulis.
Saat waktu untuk pulang, Radit mengunjungi kelasnya Riza untuk membantu menulis 500 kata. Namun Putri pergi dengan wajah marah dan menampar Radit 3 kali. Riza pun membujuk Radit agar jangan pernah marah kepada Putri, bagaimanapun dia saudara kak Radit. setelah 500 kata  tertulis di papan, Radit mengajak Riza pergi ke Pantai. Radit menceritakan keluh kesahnya semasa dia berpisah dengan Riza sebagai saudara. Selain itu, Radit juga ingin bertanya kepada Riza, apa yang akan Riza lakukan jika nanti dia dewasa. Riza berkata ingin menjadi seorang seperti langit. Radit bingung kepada Riza ingin seperti langit. Riza pun menjelaskan bahwa karena "langit akan selamanya langit, takkan berubah, takkan menghilang, dan takkan terganti itulah yang akan menggambarkan kasih sayang yang sesunggunya antara adik dan kakak". Radit mengangguk dan berkata: "Riza, apapun yang terjadi dalam dirimu, aku tetaplah aku, dan kau tetaplah kau, jadi kita akan selamanya bersama". Radit dan Riza tersenyum sambil melihat ombak yang berkejar-kejaran. Malam hari tiba mereka pun bergegas pulang.

Beberapa bulan kemudian, Radit diajak oleh orang tuanya (Yena dan Raka) untuk melanjutkan sekolah di Bali. Radit tidak yakin, karena dia takkan bisa lagi bertemu dengan Riza. Radit memutuskan ide untuk mengajak Riza, dan Ibunya Radit (Yena) juga yakin, karena dia menyayangi Riza. Saat Yena mengunjungi kediaman Ratna(Ibu kandung Riza), Yena melihat Riza disiksa oleh kakaknya, dan Yena berpikir, pantas saja Putri(anak yang pernah diasuh Ratna) memiliki kelakuan yang tidak baik karena terpengaruh kakaknya. Yena bergegas menemui Ratna, saat Yena mengusulkan ide agar Riza sekolah di Bali, Ratna tidak mengijinkannya, malahan Yena diusir dan dibentak-bentak dan mengatakan bahwa: "Hei Yena, kamu kira aku tak sanggup membiayai Riza!!!, " mentang-mentang kamu pengusaha sukses belagak sombong mau nyekolahin anak orang"". Riza pun mengejar Ibu asuhnya selama ini(Yena). Riza lebih menyayangi Ibu asuhnya dari pada Ibu kandungnya(Ratna). Pada saat itu terjadi perdebatan yang hebat. Sampai-sampai warga lain berkerumunan datang. Riza menangis dan memanggil nama Ibu asuhnya dengan nama "Ibu Yena". Namun sayang, Yena tak berhasil membawa Riza untuk ikut ke Bali. Riza pun dipaksa masuk rumah oleh Ibunya. Sungguh malang nasib Riza, Yena pulang dengan wajah penuh tangisan.

Sesampainya Yena dirumahnya, Radit bergegas menemui Ibunya. Yena hanya menggelengkan kepala dengan tangisan tersedu-sedu. Radit pun sedih, dan berlari menuju pantai. Disana Radit bertemu dengan Riza, secara spontan mereka berpelukan dan mengeluarkan expresi sedih. Radit pun berkata, "Riza, kau mau sembunyi-sembunyi pergi ke Bali"? Riza berkata: "Tidak kak, Ibu tak mengijinkan, nanti aku jadi durhaka" padahal sesungguhnya Riza ingin sembunyi-sembunyi pergi ke Bali bersama Radit, karena sudah tidak tahan akan penat selama ini.

Radit pun berkata:"Aku percaya suatu saat nanti kita akan bertemu kembali, karena takdir takkan memisahkan kita"Riza,"percayalah akan lagu yang kakak buat untuk kamu,"
Riza tak dapat mengeluarkan kata-kata, tapi Riza hanya mengangguk dan tersenyum. Riza memeluk dan menatap wajah Radit untuk yang terakhir kalinya, namun Riza masih percaya bahwa dia akan melihat Radit lagi suatu hari nanti.

Keesokan harinya, Riza pergi kesekolah. Saat diperjalanan dia melihat mobil Radit dan keluarganya. Riza mencoba mengejar namun tak dapat mengucapkan selamat tinggal kepada keluarga mereka yang dulu. Riza berlari menuju pantai dan berteriak "LANGIT BAWALAH AKU".

BERSAMBUNG

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

THANK YOU FOR VISIT SEE YOU NEXT TIME