Sekuel dari : The Adventure of Jeremy "LOVE IN KOREA"
Diceritakan dari kisah saat Jeremy kehilangan sesosok kakak tercintanya Jerry dan pergi meninggalkan cinta pertamanya Xin Yun. Jeremy memutuskan untuk meninggalkan Korea agar Lee Jun dan Xin Yun bisa bahagia. Saat menuju perjalanan pulang, Jeremy terus memikirkan kakaknya dan harapan yang dimilikinya selama ini. Jeremy merasa harapan untuk dapat hidup bahagia sudah tak ada lagi. Saat tiba di bandara, Jeremy langsung pergi ke pemakaman kakaknya. Disana dia bersedih dan mengungkapkan keluh kesahnya yang terjadi selama ini. Kini kehidupan Jeremy berubah total. Sekarang dia bekerja sebagai seorang pegawai kantor. Padahal dulunya dia bekerja sebagai direktur perusahaan ternama di Korea.
Disisi lain, Lee Jun dan Xin Yun akan segera melantunkan pernikahan sesuai dengan permintaan Jeremy. Sesungguhnya berat dialami mereka berdua karena mereka telah membuat sahabatnya berhenti untuk berharap. Pada saat hari pernikahan mereka, Xin Yun sangat sedih, tapi Lee berusaha untuk menghibur Jeremy dan mengatakan bahwa jika kau sedih, Jeremy pasti sedih. Xin Yun pun berhenti menangis, saat itu pula, Lee menerima telepon dari seseorang, dan orang itu adalah Jeremy.
Jeremy : Hai sobat, bagaimana pernikahannya lancar kan??
Lee Jun : Lancar sobat, aku harap kau bahagia sobat
Jeremy : Mengapa aku harus sedih melihat teman terbaikku senang, iya kan?
Lee Jun : Terimakasih sobat.
Jeremy : Oh ya titip salam sama Xin ya,!
Lee Jun : Ok Jer, aku harap kau akan ke Korea lagi
Jeremy : Aku harap juga begitu, sudah dulu ya, nanti aku kabari lagi
Lee Jun :Ok, sampai nanti sobat!
Setelah usai pernikahan mereka, Xin Yun mengajak Lee Jun pergi ke peternakan untuk mengenang masa lalu mereka bersama Jeremy
Lee Jun : Xin, aku tau kau mencintai dua pria sekaligus.
Xin Yun : Perasaanku ini memang aneh, mungkin ada sesuatu yang istimewa diantara kau dan Jeremy.
Lee Jun : Betapa mulianya Jeremy bukan? telah mengorbankan kehidupannya demi kebahagian sahabatnya!
Xin Yun : Aku juga sangat salut terhadap kemuliannya Jeremy, mungkin Jeremy adalah sahabat terbaik kita sepanjang masa, karena sahabat sejati mau mengorbankan kehidupannya demi kebahagiannya sahabatnya.
Lee Jun : Aku juga berpikir begitu khan haha!
Xin Yun : Maaf aku memotong pembicaraan kita Lee, tapi aku satu pertanyaan untukmu dan aku harap karena kita sudah menikah kau tak lagi menyimpan rahasia denganku.
Lee Jun : Apa itu? tentu saja aku takkan lagi menyimpan rahasia darimu Xin, aku akan selalu terbuka untukmu!
Xin Yun : 10 tahun yang lalu, kau meninggalkan kami, kau pergi kemana? dan apa penyebabkau pergi?
Lee Jun : (menunduk) Ceritanya sangat panjang Xin, aku sangat berat untuk mengatakannya. Berawal dari 10 tahun yang lalu, saat ulang tahunku yang ke 15, aku mendapatkan surat dari Bibiku, yang mengatakan bahwa Ibuku telah meninggal karena mengalami suatu penyakit. Pada saat itu, perasaanku terpukul dan sedih. Aku meninggalkan study karena, bibi menyuruhku untuk tinggal bersamanya untuk menemani bibi yang tinggal sendiri pada saat itu.
Xin Yun : Aku turut bersedih pula Lee, aku tau perasaanmu sehingga kau tak mau memberi tahu kepada aku dan Jeremy. Apa yang kamu lakukan dengan bibimu sehingga bisa menjadi orang yang sukses seperti ini?
Lee Jun : Selama 10 tahun, aku dirawat oleh Bibi dengan keras dan terlalu protectif terhadap diriku. Aku bersekolah sambil membantu bibi untuk membuat kerajinan-kerajinan. Bibi menyuruhku terus berusaha untuk membuat kerajinan yang terbaik. Dan itu berbuah manis, kini aku menjadi pengusaha kerajinan yang lumayan sukses berkat kerja kerasku dan bibiku.
Xin Yun : Aku bangga padamu Lee, kau mampun melewati perjuangan hidup yang berat tanpa putus asa akan harapan yang kau miliki. Kapan-kapan kita bisa khan bertemu dengan bibimu?
Lee Jun : Tentu bisa, semasih ada waktu yang tak memisahkan kita, aku pasti akan mengajakmu kemanapun kau inginkan.
Xin Yun : Mudah-mudahan Jeremy bisa bangkit juga dari keterpurukan yang dialaminya ya!
Lee Jun : Aku percaya Jeremy bisa bangkit kembali, karena kita akan selalu bersama sampai kapanpun.
Xin Yun : (memeluk Lee dengan erat sambil mengeluarkan air mata)
Lee Jun : Sudah larut, ayo kita pulang Xin
Xin Yun : Iya, besok aku akan membuatkanmu roti lapis haha!
Begitulah perasaan yang dialami Xin Yun dan Lee Jun saat ini, mereka percaya akan suatu keajaiban yang terjadi akibat kuatnya persahabatan yang terikat satu sama lain. Disisi lain, Jeremy sedang pergi ke alun-alun di kota Jakarta. Tanpa sengaja Jeremy melihat iklan yang bertuliskan "Jangan Berhenti Berharap". Jeremy pun terketuk hatinya dan ingat akan persaudaraan dan persahabatan terhadap kakaknya dan para sahabatnya. Dia ingat pesan kakaknya bahwa, dia berharap Jeremy menjadi orang yang sukses dan jangan pernah putus asa jika suatu keinginannya tak terwujud. Selain itu kakaknya berpesan untuk terus bermimpi dan berharap karena hanya dengan berharap kita mampun membangkitkan semangat untuk berusaha menjadi yang lebih baik di masa yang mendatang. Jeremy ingat pula akan tali persahabatannya dengan Xin Yun dan Lee Jun. Dia ingat pernah mengatakan kita bertiga akan selamanya menjadi sahabat dan selamanya bersama sampai mati sekalipun.
Kini Jeremy memutuskan untuk terus berharap dan akan pergi korea untuk melanjutkan hidupnya. Karena selama masih ada Korea, hidupnya akan selalu bahagia begitu pula akan kebahagian Xin Yun dan Lee Jun. Biarpun Jeremy masih menyimpan perasaan kepada Xin Yun, tapi Jeremy akan berusaha untuk menyayangi Xin Yun hanya sebagai sahabat terbaiknya.
BERSAMBUNG













Tidak ada komentar:
Posting Komentar